Milenial Berburu Tradisi Nyeput

“Milenial Berburu Tradisi Nyeput”
Assallamulaikum, hay sobat milenial apa kabar ni? semoga baik-baik saja iya. Owh iya kali ini saya akan kembali berburu tentang kebudayaan Sasak. lanjutan dari artikel “Takepan” sebelumnya, tapi bedanya kali ini saya dan teman-teman yang lain akan berburu prosesi “Nyeput” dari naskah Takepan. Nyeput ini merupakan tradisi yang diadakan di Lombok dengan cara meramal masa yang akan datang atau masa depan dari seseorang. lebih lanjutnya, yuk dibaca artikelnya sampai habis. Okehh.

Hari Sabtu 9 November saya dan  teman-teman saya akan melakukan perjalanan menuju Desa Sambik Bangkol, Dusun Senjajak, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Di perjalanan kedua kami kali ini, kami akan lebih memperdalam tentang kebudayaan Sasak yaitu bagian dari Takepan yang disebut “Nyaput”. Nyeput sendiri adalah salah satu tradisi suku Sasak yang dipercayai oleh masyarakat umumnya di Pulau Lombok. Nyeput sendiri biasanya digunakan untuk meramal masa depan. Namun tradisi Nyeput ini juga tidak sembarangan bisa dilakukan, apalagi jika dilakukan untuk niat atau hal-hal negatif. Dalam proses Nyeput sendiri ada beberapa tahapan prosesinya, dan biasanya Nyeput ini tidak bisa dilakukan pada pagi atau siang hari melainkan dilakukan pada malam hari sebelum fajar tiba. Sebelum proses Nyeput dilakukan adapun beberapa tahapan atau syarat yang harus dipenuhi, diantaranya yang pertama yaitu: dilakukan pada malam hari, kedua menutup mata atau memejamkan mata, dan yang terakhir adalah niat. Niat disini dimaksudkan, sebelum melakukan prosesi Nyeput terlebih dahulu kita diharuskan memperbaiki niat, dan tujuan kita melakukan Nyeput. Karena prosesi Nyeput adalah salah satu proses sakral yang suci yang tidak boleh dibarengi oleh niat ataupun tujuan yang negatif. Karena masyarakat sasak percaya bahwa apa yang diramalkan bisa terjadi, tetapi hal itu dikembalikan lagi kepada kepercayaan masing-masing. 

Persyaratan terakhir yang harus dipenuhi adalah sang pamangku tersebut menyiapkan segelas air yang diisi dengan bunga 7 rupa. Kemudian sang pemangku meminta kepada orang yang melakukan prosesi Nyeput tersebut untuk menarik nafasnya, berdoa, mengosongkan pikiran, kemudian menutup matanya. Setelah itu ia mengambil salah satu lembaran takepan yang dipilihnya secara acak. Dan orang tersebut diminta membuka matanya dan sang pemangku pun mulai membacakan takepan tadi, sambil menerjemahkannya dan memberi tahukan makna dan artinya. Setelah semua proses tadi dilakukan, kemudian air bunga tersebut diusapkan dibagian mata. hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi.

                Jadi sobat kurang lebih seperti itu ilmu tentang Nyeput  itu sendiri.  Saat kami datang ke kediamannya Papuq Nursamfatahul Bayan. Saat kami pergi ke kediamanya beliau, kami tidak mendapatkan tradisi nyeput. Tetapi kami dibacakan arti melalui nama kami yang diperhitungkan menggunakan huruf hijayah. Menurut beliau makna dari arti nama saya yaitu, sabar hati. Tetapi kembali lagi ke kepercayaan kita. Dan mungkin, hal itu saya aminkan medengar lamaranya.

                Kurang lebih seperti itu pengetahuan tentang Nyeput teman-teman. sampai ketemu di artikel selanjutnya iya, see you next time. Matur Tampiasih.
  
Wassallamualikum….. 


Comments

  1. nyeput adalah sesuatu yg sakral menurut kepercayaan suku Sasak.

    ReplyDelete
  2. Waah bagus banget kak, sangat bermanfaat..

    ReplyDelete
  3. Bagus dek,kmbangkan lagi wahai adek q yg comel, akak tunggu yehh fulisan selanjytnya😊

    ReplyDelete
  4. Hehe...
    Baru tau adat sasak kayak gini dek, bagus banget jadi bsa ngingetin anak sekarang yg belum tau adat sasak yg sebenernya tuu gimna..:)

    ReplyDelete
  5. Semangat terus buat penulis semoga bisa terus memuat tulisan2 seperti ini lagi untuk kedepannya 🌹

    ReplyDelete

Post a Comment